anak yang suka main komputer

Pada ajang yang berlangsung di Rumania itu, Wilbert mengalahkan peserta yang berasal dari puluhan berbagai Negara lain di kategori Computer Science,  dengan penelitian berjudul ‘Chaotic Boolean Networks (CBN-01) Encryption’.

Wilbert menjelaskan, penelitiannya di ajang itu berkaitan dengan enskripsi data yaitu sistem pengamanan pengkodean data. Artinya, mengamankan data atau informasi menggunakan sistem pengkodean yang dianggap rahasia sehingga tidak dapat diakses oleh orang lain.

“Penelitian yang saya lombakan belum pernah dilakukan oleh siapapun di Indonesia. Ide enskripsi data ini muncul ketika saya ingin menjaga rahasia data dan informasi yang saya sampaikan kepada teman saya agar tidak diketahui orang lain. Dari situlah saya mencoba dan menggabungkannya nenggunakan Teori Chaos,” ungkap Wilbert, Senin (25/4).

Diutarakannya, penelitian enskripsi data yang diciptakannya lebih cepat dan kuat, serta bisa diaplikasikan. Hanya saja, saat ini masih dalam proses. “Saingan terberat sewaktu kompetisi yaitu siswa dari German, Belanda dan Serbia. Namun, saya tetap optimis dan yakin apa yang ditampilkan bisa juara,” tuturnya.

Dia menambahkan, setelah nantinya tamat sekolah berencana akan melanjutkan kuliah ke universitas di luar negeri, seperti di Eropa dan USA.

“Terima kasih kepada sekolah saya yang telah mendukung dan seluruh guru yang membimbing saya. Tanpa dorongan dan bimbingan mereka, saya tak mungkin bisa meraih prestasi ini. Prestasi ini juga tidak didasarkan kemampuan saya, tetapi dengan belajar dan bekerja keras. Karena, banyak kesalahan yang dilakukan saat latihan. Tetapi itu tidak membuat saya berhenti mencoba sesuatu,” ucapnya.

Sementara, Kepala SMA Chandra Kusuma, Rita menuturkan, apa yang telah dicapai Wilbert semoga bisa memberikan motivasi kepada siswa khususnya di Chandra Kusuma School dan siswa sekolah lainnya untuk berprestasi.

“Kami berharap ada sedikit perhatian dari pemerintah mengenai prestasi yang dicapai Wilbert. Sehingga, nantinya Wilbert dapat mengembangkan prestasinya di masa akan datang,” ucapnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Cemara Asri, Malahayati, menambahkan, semua anak punya talenta. Oleh karenanya, tinggal dukungan dari pihak sekolah dan orang tua untuk mencapai potensi apa yang dimiliki siswa.

“Kita setiap tahunnya mengirim siswa ke tingkat nasional maupun internasional. Prestasi yang diraih Wilbert merupakan kerja keras siswa. Disini fungsi sekolah hanya memfasilitasi dan mengasah talentanya. Prestasi Wilbert juga tidak lepas dari peran orang tuanya,” katanya. baju murah

Anni Wahidi, ibu Wilbert mengatakan bahwa dalam kesehariannya Wilbert adalah anak yang pendiam, yang sebagian besar waktunya dihabiskan di depan laptop. Tapi, terkadang melakukan aktivitas lainnya seperti nonton televisi.

“Sejak kecil waktu Play Group, Wilbert sudah memiliki potensi yang luar biasa. Niat untuk belajar sungguh-sungguh telah dibuktikan, dimulai dari tugas sekolah. Dia berusaha mendapatkan nilai yang bagus,” kata Anni.

Makanya, sambung Anni, ia tidak menyangka bisa juara dikancah internasional. Padahal, dia itu anak yang pendiam, jarang berbicara. “Kalau mau berbicara itu ketika ditanya dan mood-nya sedang bagus,” imbuhnya. (ris/ije)

Berbekal sebilah senjata tajam, seorang pelaku kejahatan, Sidik berhasil melancarkan aksinya merampok sebuah rumah di Gang Suditrisno, Jalan Uray Bawadi, Pontianak Barat. Satu unit telepon genggam, laptop dan sejumlah perhiasan berhasil dibawa kabur. seperti laptop asus

Pelaku kejahatan yang sudah tiga kali keluar masuk lembaga pemasyarakatan itu pun berlangsung siang hari. Saat korban meninggalkan rumahnya untuk pergi bekerja. Saat pulang, korban kaget bukan kepalang lantaran pintu depan rumahnya sudah dalam keadaaan rusak. jam tangan

Korban pun langsung melaporkan kasus pencurian yang dialaminya ke kepolisian. Berbekal laporan itu, polisi pun langsung melakukan penyelidikan dengan melakukan gelar perkara di lokasi kejadian untuk mendapatkan petunjuk siapa pelaku yang melakukan pencurian tersebut.  jam tangan wanita

Berbekal petunjuk yang didapat, polisi pun mulai melakukan perburuan terhadap pelaku. Butuh waktu lima hari bagi polisi untuk melakukan pengungkapan, hingga pada Senin, 18 Juli kemarin, identitas dan keberadaan pelaku berhasil diketahui, yakni berada di Jalan Tanjung Raya 1, Pontianak Timur.

Tim Jatanras Polresta yang dipimpin langsung oleh kepala unit Jatanras Ipda Suryadi pun langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka. Dugaan keberadaan pelaku di lokasi itu pun benar adanya dan dilakukan upaya penangkapan. jam tangan pria

Proses penangkapan yang dilakukan kepolisian ternyata tak semudah yang dibayangkan. Warga Sungai Jawi, Pontianak Barat itu yang mengetahui kedatangan polisi untuk menangkapnya tak tinggal diam. Ia berusaha melarikan diri agar tak dapat ditangkap. Kejar-kejaran pun berlangsung sengit hingga tembakan peringatan pun dilepas namun pelaku terus berlari hingga di parkiran pangkalan sampan.  jam tangan original

Di parkiran pangkalan sampan itu, pelaku yang merasa terdesak langsung mengeluarkan sebilah senjata tajam untuk melawan petugas. Polisi yang tak ingin pelaku lolos dan mengancam keselamatan, langsung melepaskan tembakan ke arah kaki untuk melumpuhkannya. Dua timah panas pun menembus betis pelaku membuatnya tersungkur tak berdaya.  hp asus zenfone 2

Wakil Kepala Satuan Rerserse Kriminal Polresta Pontianak, AKP Kemas Abdul Aziz membenarkan telah dilakukan penangkapan terhadap pelaku kejahatan spesialis rumah kosong itu. “Tersangka atas nama Sidik, saat ditangkap terpaksa dilumpuhkan karena mengancam anggota kami dengan senjata tajam,” kata Aziz. hp murah

Aziz menuturkan, dari catatan kepolisian, tersangka diketahui sudah tiga kali keluar masuk penjara dengan kasus yang sama dan baru awal tahun ini bebas.

“Pengakuannya selama bebas baru satu kali mencuri, namun akan kami dalami untuk kasus kejahatan yang melibatkannya,” ucapnya.

Azis menuturkan, dari tangan tersangka, disita barang bukti hasil kejahatan yang dilakukannya pada 12 Juli lalu, yakni satu unit telepon genggam dengan merek hp asus dan sebilah senjata tajam.

“Tersangka akan kami kenakan pasal berlapis, yakni pasal 363 ancaman penjara tujuh tahun Undang undang darutat terkait kepemilikan senjata tajamnya dengan ancaman di atas lima tahun,” tegas Aziz. (adg)